Siapa sich yang tak ingin jalan-jalan ke Eropa? Menghabiskan waktu di tempat-tempat indah dan romantis, belanja-belanja, makan-makan, jalan-jalan. Pasti jadi impian setiap orang, begitu juga dengan Priyayi gadis cantik, energik dan cerdas, mempunyai keinginan atau mungkin obsesi untuk dapat menghabiskan waktunya dengan liburan panjang ke Eropa.
Priyayi gadis yang selalu jadi bahan pembicaraan temen-teman cowok dalam setiap obrolan mereka, adalah gadis dengan muka khas Indonesia yang eksotis didukung dengan bentuk tubuh yang aduhai, membuat para lelaki itu tak dapat melepaskan pandangan mereka setiap kali Priyayi berjalan melintas didepan mereka.
Memang bukan hal yang sulit sebenarnya buat Priyayi untuk dapat jalan-jalan ke Eropa, karena dia berasal dari keluarga yang mampu membiayainya liburan kemana saja yang dia mau bahkan untuk berliburan ke Eropa.
+jadian.jpg)
Tapi yang diinginkan Priyayi bukan sekedar jalan-jalan dan liburan, belanja, beli souvenir, tapi liburan sampai bosan dan tak ada lagi tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi dan entah hal itu akan memakan waktu berapa lama. Tentulah hal ini tidak masuk akal untuk kedua orang tuanya dan lebih tidak akan didukung oleh kakeknya.
Namanya impian bagaimanapun harus berusaha untuk diwujudkan. Maka untuk mewujudkannya Priyayi pun mulai mencari ide untuk mendapatkan lebih banyak uang.
Priyayi tinggal seorang diri dirumah yang ia beli dengan bantuan orang tuanya. Ia mulai berfikir kenapa tak memanfaatkan fasilitas yang sudah ada saja? Maka tercetuslah ide untuk menyewakan satu kamar yang ada dirumahnya. Maka Priyayi mulai mempromosikan hal itu kepada teman-teman dekatnya.
Tak pernah terlintas dalam benak Priyayi bahwa yang akan menyewa kamar dirumahnya adalah seorang laki-laki. Jagad namanya pria tampan pendiam yang baik dan perhatian. Dia adalah seorang guru mamatika disebuah sekolah menengah bertaraf nasionalplus. Selain jago matematika Jagad juga jago memasak. Terbukti dengan seringnya Jagad membuatkan sarapan untuk Priyayi selama tinggal ditempat Priyayi.
Awalnya Priyayi hanya berniat membantu Jagad yang sedang bingung mencari tempat untuk tinggal, sementara kamar kostnya sedang direnovasi. Jagad adalah teman baik Priyayi dan karena Jagad baru saja mendapat pekerjaan, maka tidak banyak uang yang dia miliki untuk mencari tempat kost yang baru. Maka Priyayi mengijikan Jagad untuk tinggal dengan hanya membayar separo harga sewa kost.
Meskipun mereka tinggal dalam satu rumah tapi mereka tetap mempunyai privasi masing-masing. Dan mereka tidak saling merugikan satu sama lain.
Setiap tindakan memang punya konsekuensinya masing-masing, begitu juga dengan yang dilakukan Priyayi. Dia harus berbohong pada kedua orang tuanya, kakek dan kekasihnya Jimmy. Priyayi tidak berani menceritakan bahawa ia menyewakan kamar kosong yang ada dirumahnya untuk mendapatkan tambahan biaya untuk liburannya ke Eropa pada orang tuanya. Dan ia bilang Jagad hanya akan tinggal beberapa waktu sementara kamar kostnya direnovasi pada Jimmy. Satu kebohongan yang telah dilakukan oleh Piyayi mau tak mau akan memunculkan kebohongan yang lain.
Banyak hal yang terjadi selama mereka tinggal dalam satu rumah. Susah, senang mereka seakan seperti benar-benar pasangan baru. Mereka saling mengingatkan satu sama lain. Jagad menjemput Priyayi saat Priyayi pergi kekantor tak membawa mobil dan menjaga Priyayi saat Priyayi sedang sakit. Begitu juga dengan Priyayi, dia tetap memberi semangat saat Jagad sedang mendapat masalah dengan Mila pacarnya.
Banyak kekacauan yang terjadi termasuk hubungan mereka dengan pasangan masing-masing. Iya saja pasangan mereka mencemburui mereka secara mereka tinggal dengan dengan pasangan orang lain.
Kebohongan yang mengakibatkan kehebohan baik untuk keluarga Priyayi maupun keluarga Jagad pun tidak dapat dielakkan. Pagi itu, hari minggu, Priyayi punya janji untuk menemani kakeknya bermain golf bersama dengan opanya, keluarga Priyayi sengaja menjemput Priyayi karena dia tidak menampakkan batang hidungnya dikediaman orang tuanya. Dan secara kebetulan pula keluarga Jagad juga datang untuk memberikan kejutan kue ulang tahun pada Jagad yang pada hari itu merayakan ulang tahun.
Alangkah terkejutnya mereka mendapati kedua anak mereka keluar secara bersamaan dari dalam satu kamar yang sama. Ternyata malam sebelumnya, seusai menghadiri pesta yang adakan oleh Kumala teman Priyayi mereka pulang dalam keadaan setengah sadar, dan mereka pun tertidur dalam kamar Priyayi. Entah siapa yang merayu siapa, dan siapa yang mendorong siapa sehingga terjadilah (disensor ya…!!).
Hal ini membuat kedua keluarga itu seakan tertimpa oleh langit-langit rumah Priyayi. Betapa malunya keluarga Jagad, mengetahui anak kebanggaannya melakukan hal tersebut. Dan betapa marahnya keluarga Priyayi mendapati putri kesayangannya melakukan perbuatan nista seperti itu. Dan lebih parahnya lagi hal itu menyebabkan kakek Priyayi menjadi syok dan masuk rumah sakit, lebih tragis untuk Priyayi karena setelah kejadian itu sang kakek tidak mau lagi menemui Priyayi.
Niat untuk membantu teman yang kesusahan malah membuat semuanya jadi berantakan, dan membuat mereka terikat satu sama lain dalam sebuah janji perkawinan yang suci.
Namun masalah tak selesai samapi disini karena setelah itu masalah makin banyak muncul.
Masalah apalagi yang akan muncul setelahnya dan bagaimana akhir dari pernikahan pasangan ini, dapat anda baca dan nikmati sendiri dalam buku dengan tebal 248 halaman yang berjudul Pasangan (Jadi) Jadian, buah karya novelis Indonesia Lusiwulan. Novel terbitan Gramedia Pustaka Utama ini dapat anda miliki dengan harga Rp. 35.000,00.
Selamat menikamti!!!!!!