“Setiap kamu punya mimpi atau keinginan atau cita-cita, kamu taruh disini, didepan kening kamu… jangan menempel. Biarkan..”
“Dia…”
“Menggantung…”
“Mengambang…”
“5 centimeter… didepan kening kamu…”
“Jadi dia nggak akan pernah lepas dari mata kamu…”
Filosofi yang menarik, yang diungkapkan oleh lima orang sahabat karib, Genta, Riani, Zafran, Arial dan Ian. Lima orang ajaib yang punya julukan “Power Rangers” ini adalah sahabat semenjak mereka SMA. Kemana-mana berlima, malakukan apapun berlima..tak terpisahkan. Mereka yang bersama-sama bertumbuh dan berkembang, bersama-sama belajar mengenal dunia, bersama-sama berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk satu sama lain.
Mereka yang punya hobi mengeksekusi segala hal yang tidak mungkin dan mencoba segala hal adalah generasi muda penerus bangsa ini. Mereka yang setelah nongkrong di kafe terkenal di Jakarta, lansung nonton layar tancep, adalah pejuang-pejuang reformasi. Kebersamaan mereka adalah segalanya untuk mereka.
Hingga suatu saat mereka mengalami kebosanan dalam ruang persahabatan mereka, mereka merasa sudah tidak ada yang menarik lagi yang bisa dibahas diantara mereka. Mereka merasa sudah ‘garing’. Akhirnya mereka memutuskan untuk tidak saling berhubungan satu sama lain dalam beberapa waktu. Mencoba menjalani hidup masing-masing dan benar-benar menjadi diri masing-masing yang seutuhnya. Dan dalam masa-masa inilah mereka belajar banyak hal yang membuat mereka berbeda dari sebelumnya, membuat hati mereka lebih kaya dari sebelumnya.
Setelah tiga bulan, akhirnya mereka memutuskan untuk bertemu kembali. Melepaskan rindu yang telah mereka rasakan selama tiga bulan. Mereka memutuskan mengadakan perjalanan untuk merayakan kembali pertemuan mereka. Perjalanan dan petualangan yang penuh dengan mimpi, keyakinan, harapan, cita-cita dan cinta.
Perjalanan yang benar-benar tak akan mereka lupakan sepanjang hidup mereka.
Perjuangan, rasa lelah, keputusasaan, keteguhan, harapan, kebersamaan, keyakinan, cinta dan kepedulian mereka telah diuji dalam perjalanan ini. Segalanya terungkap disini, rasa cinta yang selama ini tak berani untuk diungkapkan akhirnya terungkap dalam perjalanan ini.
Perjalanan yang benar-benar mengubah mereka menjdi manusia yang sesungguhnya, bukan hanya seonggok daging yang bisa berbicara, berjalan dan punya nama.
Perjalanan yang menjadikan mereka melihat segala sesuatu dari sisi yang berbeda, yang menguatkan keteguhan hati mereka, dan yang membuat mereka semakin mencinta tanah ini, dan bumi Indonesia ini. Bumi dimana mereka dilahirkan.bumi yang telah membesarkan mereka dan memberi mereka minum. Bumi yang memberikan pelukan hangatnya saat mereka kedinginan dan bumi yang membuat mata mereka berurai air mata karena keindahannya.
Perjalanan yang semakin mengeratkan persahabatan mereka dan yang semakin membuat mereka lebih berpasrah dan iklas akan rencana-rencana Tuhan yang selalu memberikan kebebasan kepada kita untuk memilih, untuk menjadi baik atau buruk.
Dan perjalanan ini juga sebagai pembuktian untuk sebuah pendapat yang mengatakan bahwa idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki oleh generasi muda adalah salah.
Bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bisa bermanfaat untuk orang lain, selalu akan ada dihati mereka.Dan Impian, Cinta dan Kehidupan adalah sesuatu yang sederhana yang ada dalam diri setiap manusia kalo mau meyakinin
ya.
Banyak pelajaran tentang perjalanan hidup, pejuangan dan keteguhan, harapan, impian serta cinta dan cita-cita, akan anda temui dalam buku ber-cover hitam karya Donny Dhirgantara ini. Selamat menikmati dan anda pasti akan menitikkan air mata anda karena keajaiban mimpi dan cinta.
+jadian.jpg)
Judul Buku : Blakanis


