Saya terinpirasi untuk menulis artikel ini, setelah saya membaca blog seorang sahabat yang membahasa soal ketegangan syaraf organ tubuh sesorang.
Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah artikel yang kirim lewat email oleh seorang sahabat saya yang lain. Awalnya saya pikir hanya sebuah artikel iseng yang biasa dia kirim ke saya, namun ternyata tebakan saya kali ini salah. Dia mengirimi saya sebuah artikel yang bagus banget (menurut saya pribadi..). Artikel ini membahas tentang Pertolongan Pertama Pada Diri Sendiri (saya singkat jadi P3DS).
Dalam artikel ini dibahas tentang apa dan bagaimana tindakan yang seharusnya kita lakukan saat kita sedang sendirian dan pada saat tersebut kita mengalami serangan jantung. Mungkin orang berpikir bahwa yang dapat mengalami serangan jantung adalah seseorang yang telah menginjak usia diatas 30 tahun. Namun ternyata hal tersebut tidak benar. Serangan jantung dapat menyerang siapa saja bahkan orang-orang yang berusia dibawah 25 tahun, hal ini terjadi sehubungan dengan perubahan cara hidup masa kini. Pada saat kita sedang berada dalam sebuah tekanan, maka tingkat kestressan kita meningkat, sehingga mengakibatkan ketegangan syaraf pada organ-organ tubuh kita dan kerja pacu jantungpun meningkat. Kondisi seperti ini akan sangat memungkinkan seseorang mengalami serangan jantung.
Seandainya kondisi ini terjadi pada saat ada orang lain di sekitar kita, mungkin tidak akan menjadi terlalu bermasalah. Namun seandainya kondisi ini terjadi pada saat kita sedang sendirian, apa yang harus kita lakukan? Nah, disini saya ingin membagi apa yang bisa dilakukan pada saat hal tersebut kita alami (tentu saja bersumber dari artikel yang saya baca).
Kita ambil contoh saat-saat jam pulang kerja (17.30) saat anda sedang sendiri dalam mobil yang anda kendarai. Pada jam-jam tersebut adalah saat dimana tingkat kestressan kita mengalami peningkatan. Setelah seharian kita sibuk dengan pekerjaan kita dan berbagai masalah yang terjadi didalamnya, ditambah lagi dengan kemacetan yang selalu terjadi di kota besar seperti di Jakarta, memungkinkan seseorang mengalami serangan jantung.
Tiba-tiba saja anda merasa sangat tegang dan tidak enak badan. Anda merasa sakit yang sangat didada dan mulai menjalar ke lengan dan dagu anda. Dan celakanya jarak untuk menuju rumah sakit terdekat masih lumayan jauh, dan anda juga tidak tau apakan anda bisa bertahan sampai jarak tersebut. Mungkin dulu anda pernah pelajar tentang CPR (Cardiopulmonary resuscitation), tetapi waktu itu sang instruktur tidak mengajari bagaimana caranya menolong diri sendiri.
Nah apa yang mungkin ada lakukan dalam kondisi seperti ini?
Ketika jantung seseorang tidak dapat berdenyut secara normal, bahkan merasa hampir pingsan, ia hanya mempunyai waktu kurang lebih 10 detik sebelum dia benar-benar kehilangan kesadaran dan pingsan. Sehingga ia harus menggunakan waktu 10 detik itu untuk menolong dirinya sendiri.
Hal yang harus dilakukan adalah:
JANGAN PANIK DAN USAHAKAN TERUS BERBATUK DENGAN SEKUAT TENAGA..!!
Setiap kali sebelum batuk, harus tarik napas dalam-dalam, kemudian berbatuk kuat-kuat, dalam-dalam dan panujang-panjang, seperti saat hendak mengeluarkan dahak yang berada dalam dada. Setiap selang 2 detik, harus tarik nafas sekali dan berbatuk sekali, hingga pertolongan datang atau hingga merasa denyut jantung sudah normal kembali.
Mengapa hal tersebut perlu dilakukan?
Tujuan dari menarik nafas adalah untuk memasukkan oxygen kedalam paru-paru. Sedangkan tujuan dari berbatuk adalah untuk menekan jantung agar aliran darah bersirkulasi. Menekan jantung dapat pula membantu denyut jantung kembali normal. Pada saat denyut jantung sudah kembali normal usahakan untuk tetap relax. Karena pada saat kita relax, kerja pacu jantung akan cenderung normal.
Oleh karena itu kondisi relax akan sangat penting bagi semua orang dan terutama bagi para penderita penyakit jantung. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk menciptakan suasana relax. Pada saat anda merasa anda sudah mulai tegang dan stress dengan pekerjaan anda, maka saat itu pacu kerja jantung anda akan meningkat. Luangkanlah sedikit waktu hanya untuk sekedar ngobrol (obrolan-obrolan yang ringan) dan becanda dengan rekan anda, karena hal tersebut akan membuat syaraf-syaraf anda yang tadinya tegang menjadi normal kembali, sehingga kerja pacu jantung andapun menjadi normal. Atau anda juga bisa dengan mendengarkan musik-musik yang easy listening (intrumental atau jazz contohnya) atau bisa juga dengan menonton acara televisi (acara humor misalnya) yang bisa membuat perasaan menjadi relax kembali dan anda menjadi lebih fresh untuk memulai aktifitas anda kembali.
Mungkin tidak terlalu banyak yang bisa di berikan oleh artikel ini, tapi saya berharap apa yang saya tulis disini dapat membantu dan bermanfaat untuk semua pembaca yang telah meluangkan waktunya untuk berkunjung dan mampir sejenak di www.sweetcow.wordpress.com ini.
The last, just keep your smile…J