sweetcow

Archive for Mei, 2009|Monthly archive page

Sahabat dan Gelas Kristal

In Curahan hati si sapi on Mei 26, 2009 at 7:28 am
SAHABAT, lebih dari sekedar sebutan untuk seorang teman yang dekat dengan kita.
Sahabat adalah bagian dari diri kita yang punya ikatan emosional yang tak hanya sekedar singgah dalam kehidupan kita dan berlalu begitu saja tanpa bekas dan tanpa jejak.

Dia ada bukan dalam keadaan senang tapi justru pada saat kita sedang terpuruk, jatuh dan terjerembab, dia ada untuk mengangkat kita agar kita dapat berdiri dan bangkit lagi. Dia ada bukan untuk memuji tapi mengkritik kita untuk jadi lebih baik. Dia akan selalu ada untuk berbagi, tanpa pamrih, tanpa imbalan hanya untuk bisa melihat sahabatnya tersenyum bahagia.

Sahabat adalah ibarat gelas-gelas kristal dalam kehidupan.
Tak hanya sekedar indah tapi juga bermanfaat dan meghiasi setiap langkah kehidupan. Sebegitu indahnya hingga tanpa kita sadari dia juga begitu rapuh meskipun terlihat begitu kuat.

Sekali jatuh, PRAAAANKKKK…
Hancur berantakan. Meskipun dapat kita susun kembali tapi tak akan pernah kembali seperti sedia kala. Akan tetap ada cacat didalamnya.

Sahabat begitu berharga dalam hidup. Tanpa dia kita tak akan seperti sekarang. Begitu besar perannya dalam kehidupan kita sampai tak ada kata yang dapat menggambarkan keberadaannya. Hanya satu yang dapat kita perbuat, menjaga, menyayangi dan menhargai dia saperti gelas-gelas kristal agar tak jatuh, pecah dan hancur berantakan.

 

Pasangan (Jadi) Jadian

In Isi lemari si sapi on Mei 26, 2009 at 7:18 am

Siapa sich yang tak ingin jalan-jalan ke Eropa? Menghabiskan waktu di tempat-tempat indah dan romantis, belanja-belanja, makan-makan, jalan-jalan. Pasti jadi impian setiap orang, begitu juga dengan Priyayi gadis cantik, energik dan cerdas, mempunyai keinginan atau mungkin obsesi untuk dapat menghabiskan waktunya dengan liburan panjang ke Eropa.

Priyayi gadis yang selalu jadi bahan pembicaraan temen-teman cowok dalam setiap obrolan mereka, adalah gadis dengan muka khas Indonesia yang eksotis didukung dengan bentuk tubuh yang aduhai, membuat para lelaki itu tak dapat melepaskan pandangan mereka setiap kali Priyayi berjalan melintas didepan mereka.

Memang bukan hal yang sulit sebenarnya buat Priyayi untuk dapat jalan-jalan ke Eropa, karena dia berasal dari keluarga yang mampu membiayainya liburan kemana saja yang dia mau bahkan untuk berliburan ke Eropa.

Tapi yang diinginkan Priyayi bukan sekedar jalan-jalan dan liburan, belanja, beli souvenir, tapi liburan sampai bosan dan tak ada lagi tempat yang menyenangkan untuk dikunjungi dan entah hal itu akan memakan waktu berapa lama. Tentulah hal ini tidak masuk akal untuk kedua orang tuanya dan lebih tidak akan didukung oleh kakeknya.

Namanya impian bagaimanapun harus berusaha untuk diwujudkan. Maka untuk mewujudkannya Priyayi pun mulai mencari ide untuk mendapatkan lebih banyak uang.

Priyayi tinggal seorang diri dirumah yang ia beli dengan bantuan orang tuanya. Ia mulai berfikir kenapa tak memanfaatkan fasilitas yang sudah ada saja? Maka tercetuslah ide untuk menyewakan satu kamar yang ada dirumahnya. Maka Priyayi mulai mempromosikan hal itu kepada teman-teman dekatnya.

Tak pernah terlintas dalam benak Priyayi bahwa yang akan menyewa kamar dirumahnya adalah seorang laki-laki. Jagad namanya pria tampan pendiam yang baik dan perhatian. Dia adalah seorang guru mamatika disebuah sekolah menengah bertaraf nasionalplus. Selain jago matematika Jagad juga jago memasak. Terbukti dengan seringnya Jagad membuatkan sarapan untuk Priyayi selama tinggal ditempat Priyayi.

Awalnya Priyayi hanya berniat membantu Jagad yang sedang bingung mencari tempat untuk tinggal, sementara kamar kostnya sedang direnovasi. Jagad adalah teman baik Priyayi dan karena Jagad baru saja mendapat pekerjaan, maka tidak banyak uang yang dia miliki untuk mencari tempat kost yang baru. Maka Priyayi mengijikan Jagad untuk tinggal dengan hanya membayar separo harga sewa kost.

Meskipun mereka tinggal dalam satu rumah tapi mereka tetap mempunyai privasi masing-masing. Dan mereka tidak saling merugikan satu sama lain.

Setiap tindakan memang punya konsekuensinya masing-masing, begitu juga dengan yang dilakukan Priyayi. Dia harus berbohong pada kedua orang tuanya, kakek dan kekasihnya Jimmy. Priyayi tidak berani menceritakan bahawa ia menyewakan kamar kosong yang ada dirumahnya untuk mendapatkan tambahan biaya untuk liburannya ke Eropa pada orang tuanya. Dan ia bilang Jagad hanya akan tinggal beberapa waktu sementara kamar kostnya direnovasi pada Jimmy. Satu kebohongan yang telah dilakukan oleh Piyayi mau tak mau akan memunculkan kebohongan yang lain.

Banyak hal yang terjadi selama mereka tinggal dalam satu rumah. Susah, senang mereka seakan seperti benar-benar pasangan baru. Mereka saling mengingatkan satu sama lain. Jagad menjemput Priyayi saat Priyayi pergi kekantor tak membawa mobil dan menjaga Priyayi saat Priyayi sedang sakit. Begitu juga dengan Priyayi, dia tetap memberi semangat saat Jagad sedang mendapat masalah dengan Mila pacarnya.

Banyak kekacauan yang terjadi termasuk hubungan mereka dengan pasangan masing-masing. Iya saja pasangan mereka mencemburui mereka secara mereka tinggal dengan dengan pasangan orang lain.

Kebohongan yang mengakibatkan kehebohan baik untuk keluarga Priyayi maupun keluarga Jagad pun tidak dapat dielakkan. Pagi itu, hari minggu, Priyayi punya janji untuk menemani kakeknya bermain golf bersama dengan opanya, keluarga Priyayi sengaja menjemput Priyayi karena dia tidak menampakkan batang hidungnya dikediaman orang tuanya. Dan secara kebetulan pula keluarga Jagad juga datang untuk memberikan kejutan kue ulang tahun pada Jagad yang pada hari itu merayakan ulang tahun.

Alangkah terkejutnya mereka mendapati kedua anak mereka keluar secara bersamaan dari dalam satu kamar yang sama. Ternyata malam sebelumnya, seusai menghadiri pesta yang adakan oleh Kumala teman Priyayi mereka pulang dalam keadaan setengah sadar, dan mereka pun tertidur dalam kamar Priyayi. Entah siapa yang merayu siapa, dan siapa yang mendorong siapa sehingga terjadilah (disensor ya…!!).

Hal ini membuat kedua keluarga itu seakan tertimpa oleh langit-langit rumah Priyayi. Betapa malunya keluarga Jagad, mengetahui anak kebanggaannya melakukan hal tersebut. Dan betapa marahnya keluarga Priyayi mendapati putri kesayangannya melakukan perbuatan nista seperti itu. Dan lebih parahnya lagi hal itu menyebabkan kakek Priyayi menjadi syok dan masuk rumah sakit, lebih tragis untuk Priyayi karena setelah kejadian itu sang kakek tidak mau lagi menemui Priyayi.

Niat untuk membantu teman yang kesusahan malah membuat semuanya jadi berantakan, dan membuat mereka terikat satu sama lain dalam sebuah janji perkawinan yang suci.
Namun masalah tak selesai samapi disini karena setelah itu masalah makin banyak muncul.
Masalah apalagi yang akan muncul setelahnya dan bagaimana akhir dari pernikahan pasangan ini, dapat anda baca dan nikmati sendiri dalam buku dengan tebal 248 halaman yang berjudul Pasangan (Jadi) Jadian, buah karya novelis Indonesia Lusiwulan. Novel terbitan Gramedia Pustaka Utama ini dapat anda miliki dengan harga Rp. 35.000,00.

Selamat menikamti!!!!!!

Blakanis

In Isi lemari si sapi on Mei 26, 2009 at 7:13 am

BlakanisJudul Buku : Blakanis
Penulis : Arswendo Atmowiloto
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Terbit : Juni 2008
Ukuran : 13,5 x 20 cm
Tebal : 288 halaman
Harga : Rp. 36.000

Blakanis adalah salah satu hasil karya Arswendo Atmowiloto yang sebelumnya terkenal dengan buk-bukunya yang berjudul Senopati Pamungkas dan Horeluya. Dalam bukunya yang sekarang Arswendo mengangkat sebuah kisah kehidupan seorang laki-laki tua yang tidak percaya akan adanya Tuhan dan tidak percaya akan kekuatan doa, namun tetap menjalankannya dalam hidupnya sehari-sehari.

Ki Blaka, begitulah dia menyebut dirinya, seorang lelaki yang tidak mempunyai prestasi apapun yang dapat ia banggakan dalam hidupnya. Menjelang usianya yang sudah lanjut ini dia bertekad untuk menjalani kehidupan dengan kejujuran. Lelaki yang mempunyai nama asli Wakiman ini menjalani kehidupannya seorang diri setelah ia memutuskan untuk meninggalkan keluarganya.

Entah kenapa lelaki tua ini bisa jadi menyebut dirinya dengan sebutan Ki Blaka, mungkin karena Blaka itu berarti jujur, terbuka dan bicara apa adanya tanpa ditambah-tambahi ataupun dikurang-kurangi, yang sesuai dengan prinsip hidupnya sekarang.

Ki Blaka yang hidup disebuah kampung, dipinggiran kota Karawang ini menarik perhatian banyak warga yang tinggal disekitar kampung itu dengan cara hidupnya yang jujur, terbuka dan blak-blakan.

Ki Blaka yang entah dia tahu atau tidak mengenai perbedaan antara berdusta dan berbicara yang sebenarnya ini selalu mengatakan bahwa Musuh utama dari kejujuran adalah kepura-puraan, baik itu pura-pura jujur ataupun pura-pura hohong. Hal inilah mengundang banyak perhatian orang-orang untuk datang dan bertemu dengannya. Bak selebritis Ki Blaka menjadi salah satu buruan para jurnalis. Banyak orang yang setelah bertemu dengan beliau dan datang kedesa Blakan (sebuatan bagi desa/kampung tempat dimana Ki Blaka tinggal) mengikuti jejaknya untuk juga hidup dengan kejujuran dan apa adanya.

Semakin banyaknya berita mengenai Ki Blaka membuat seorang suster dari sebuah biarawati akhirnya datang ke kampung Blakan dan rela menjadi salah satu aktivis serta asisten Ki Blaka untuk mengurusi semua keperluan Ki Blaka. Tak hanya suster Emanuela yang biasa dipanggil dengan sebutan Emak tapi juga seorang laki-laki yang bernama Ali mantap seorang Intelegen, dan juga Sopi sopir dari Ai seorang perempuan yang tak hanya cantik, dengan tubuh yang putih, bersih dan tinggi juga kaya, namun juga pandai. Benar-benar tipe wanita idaman, tak heran kalo Ki Blaka juga mengaguminya. Ai adalah istri dari seorang pengusaha yang sukses dan kaya di kota itu. Ai rela meninggalkan segala fasilitas, kekayaan serta anaknya yang masih kecil untuk tinggal di kampung Blakan bersama dengan Ki Blaka dan Emak, Sopi serta Ali.

Ai mengawali langkahnya dengan bertelanjang dan mandi disungai. Hal ini menarik perhatian banyak orang yang ada disekitarnya dan menjadikannya sebagai ritual untuk mereka yang hendak menjadi Blakanis, sebutan bagi mereka para pengikut Ki Blaka yang menempatkan kejujuran sebagai ideologi kehidupan mereka.

Banyak sekali kisah yang terjadi, menyenagkan, mengharukan bahkan membahagiakan dalam kehidupan mereka. Banyak hal yang dapat membuat seseorang yang jahat sekalipun menjadi baik hanya dengan sebuah kejujuran.

Kejujran bukan hanya untuk kalangan tertentu tapi merupakan hak semua orang, karena dengan kejujuran kehidupan kita akan terasa ringan dan apa adanya. Kejujuran hal yang tidak mudah dilakukan memang karena menuntut keberanian, karena jujur bukan hanya kepada orang-orang tertentu saja tapi kepada semua orang, karena menurut Ki Blaka, Kejujuran (Blaka) bukanlah sebuah dosa dan kita menjalaninya. Banyak hal yang bisa kita dapat hanya dengan Jujur (Blaka)

Banyak orang yang tidak jujur menjadi menderita bahkan akan membuat orang-orang disekitarnya juga ikut menderita. Kejujuran adalah sesuatu yang menuntut konsekuensi bagi para pelakunya.

Sebuah buku yang tak hanya menanpilkan kehidupan sehari-hari para Blakanis, tapi juga memberikan banyak pendidikan moral bagi para pembacanya. Buku yang penuh kejuatan dalam setiap lembarnya, yang bahkan akan bisa menyunggingkan senyum bagi pembacanya dengan kisah-kisahnya.

Selamat menikmati kisah-kisah dan pengalaman para Blakanis yang mereka tuangkan dalam buku ini. Semoga banyak yang dapat kita ambil dari semua kisah yang ada dibuku ini. SELAMAT MEMBACA!!!

Love, Hate & Hocus Pocus

In Isi lemari si sapi on Mei 26, 2009 at 6:47 am

3390251

    Judul            : Love, Hate & Hocus Pocus

    Pengarang  : Karla M. Nashar

    Penerbit      : Gramedia Pustaka Utama

    Tebal buku : 264 halaman

Gadis Parasayu, seorang gadis cerdas yang bekerja disebuah perusahaan farmasi yang cukup terkenal dipelosok negeri ini. Gadis muda dan seorang nasionalis tinggi, yang tidak pernah menyukai gaya hidup yang sok western. Yang walaupun selalu menggunakan merk local tetap tampak cantik. Dengan tinggi badan dan berat badan yang ideal serta wajah yang mencerminkan orang Indonesia banget itu tampak cantik dengan bentuk mata yang seperti tetesan air. Wajah eksotik khas Indonesia dengan lesung pipi yang tak dimiliki oleh semua orang. Pas sekali dengan nama yang diberikan oleh orang tuanya. Memang benar-benar gadis berparas ayu.

Troy Mardian, pemuda tampan, stylist, cerdas dan modern. Benar-benar mencerminkan lelaki metroseksual jaman sekarang. Dengan dandanan yang selalu kinclong dan stelan Armani yang selalu licin. Laki-laki lulusan Amerika yang juga bekerja di perusahaan yang sama dengan Gadis Parasayu ini, mempunyai sifat yang bertolak belakang dengan Gadis. Pemuda yang satu ini sudah terkena imun gaya hidup kebarat-baratan. Sifat prefecktionisnya itu membuatnya menjadi laki-laki yang menyebalkan dimata Gadis. Hidup dalam dunia branded, membuatnya mengukur segala sesuatu dari brand dan materi. Dunia yang membuatnya menjadi seperti seseorang yang mengalami krisis identitas sehingga gaya hidupnyapun seperti orang bule. Makan makanan western, dan selalu berbicara dengan bahasa inggris. Sesuatu yang membuat Gadis menyebutnya sebagai seorang yang tercabut dari akarnya.

Perbedaan sifat yang begitu mencolok itu membuat mereka seperti musuh bebuyutan. Tak pernah akur selalu beradu argument setiap kali mereka bertemu, bahkan pada pertemuan pertama mereka. Hate at first sight, mungkin menjadi definisi yang tepat untuk menggambarkan keduanya. Dan hal ini selalu menjadi sesuatu yang membuat kepala presdir BPI sakit dengan sukses. Tidak pernah ada kesamaan dari keduanya. Sesuatu yang mungkin menjadi kesamaan mereka adalah sama-sama tidak percaya dengan yang namanya dunia perklenikan, ramal-meramal dan sepupu-sepupunya atau bahasa kerennya hocus pocus.

Permusuhan antara keduanya itu begitu nyata saat perusahaan mereka tertimpa masalah dengan produk baru yang diluncurkan. Sebuah produk yang disinyalir dapat menyembuhkan penyakit tanpa harus merawat si pasien di rumah sakit ini menelan korban. Beberapa korban masuk rumah sakit dengan kondisi yang cukup mengkhawatirkan, karena terjadi komplikasi.

Kehebohan terjadi diperusahaan itu akibat kejadian tersebut. Semua orang dalam perusahaan itu kalang kabut. Pak Irawan presdir perusahaan itu pun menjadi sering naik darah dengan masalah yang terjadi, apalagi ditambah denga perseteruan Gadis dan Troy yang selalu mewarnai setiap pertemuan yang diadakan diperusahaan tersebut.

Namun apa daya, karena mereka berdua membawahi satu devisi yang sama yakni Dhemoticyl, maka merekapun harus dipersatukan untuk menyelasaikan masalah yang menimpa perusahaan itu.

Walaupun demikian pertengkaran tetap mewarnai setiap pertemuan mereka. Gadis dengan sifat nasionalisnya selalu memancing perseteruan dengan Troy yang notabene adalah seorang artis dan dambaan para kaum hawa. Gadis tidak pernah sependapat dengan Troy. Mereka selalu mencari jalan masing-masing dalam menyelesaikan masalah yang sedang terjadi dalam perusahaan mereka. Mereka berdua bersaing untuk menjadi yang terbaik dan menjadi pahlawan dalam masalah ini.

Pertengkaran demi pertengkaran terjadi. Trick-trick licik pun menjadi salah satu cara untuk saling menjatuhkan diantara mereka. Tak pernah ada kesamaan dalam penyelesaian masalah. Gadis yang lemah lembut selalu tulus memberikan perhatiannya kepada para korban, akibat produk yang terkontaminasi, sedangkan Troy, yang memang seorang selebriti selalu berusaha untuk menjadi pusat perhatian dan pemberitaan. Sampai akhirnya mereka menemukan titik terang untuk permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan mereka. Mereka menjadi sedikit lebih kompak dalam mengambil keputusan, sehingga masalahpun dapat segera teratasi.

Namun ternyata masalah tidak berhenti samapai disini.

Malam perayaan ulang tahun BPI yang 50 adalah awal dari masalah baru yang muncul bagi mereka berdua, yang benar-benar memutarbalikkan dunia mereka berdua.

Troy dan Gadis sama-sama tertawa saat seorang gipsi yang didatangkan dari Eropa khusus untuk memeriahkan acara perayaan ulang tahun BPI itu memulai pertunjukan. Dan Abrakadabra….and there goes the magic spell.

Mereka berdua terbangun pada suatu Minggu yang cerah dan mendapati diri mereka berada di ranjang yang sama dan dalam kondisi bugil tanpa sehelai benangpun menutupi tubuh mereka, dan dengan cincin kawin yang menghiasi jari manis mereka berdua serta potongan-potongan memori tentang pertunangan dan pernikahan yang telah mereka lakukan.

Sebenarnya apa yang terjadi diantara mereka? Apakah mungkin dua orang yang bermusuhan menjadi satu oleh sebuah rasa yang  bernama CINTA, ataukah ini adalah kutukan dari sang gipsi yang merasa terhina karena mereka tertawakan? Apa sebenarnya jawaban dari semua itu?

Semua akan terjawab oleh buku ini. Buku dengan sebuah kisah yang akan membuat anda tertawa, meneteskan air mata dan tecengang dengan akhir yang tak pernah anda duga.

Selamat membaca, dan jangan lupa siapkan tisu disamping anda..:)