sweetcow

Sundak melambai…

In catatan si sapi on Desember 14, 2009 at 4:52 pm

Aku lahir disalah satu wilayah pinggiran propinsi Yogyakarta. Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya di Wonosari yang merupakan ibukota kabuten tersebut. Kota kecil yang saat ini mulai dipadati oleh penduduk.

Gunung Kidul selalu identik dengan kekeringan, tidak bisa disangkal memang, beberapa daerah di kabupaten ini sering mengalami kekeringan pada musin kemarau, terutama didaerah-daerah pesisir pantai. Kebetulan aku tinggal di daerah ibukota kabupaten jadi masalah ini tidak begitu aku rasakan, bahkan hampir tidak pernah aku rasakan mungkin. Dirumah selalu tersedia air yang cukup bagi kami sekeluarga untuk mandi, masak, mencuci dan minum. Meskipun hanya air sumur tanah, tapi kami tidak pernah berkekurangan.

Dibalik itu semua di daerah tempat kelahiranku ini juga tersimpan begitu banyak kekayaan, salah satunya adalah pemandangan pantai. Jajaran pantai membentang dari timur kebarat. Jajaran pantai ini sering disebut Pantai Selatan. Baron, Kukup, Krakal, Sundak, Panjang, Sadeng dan masih banyak lagi pantai-pantai yang menyajikan keindahannya dengan batu-batu karangnya dan ombaknya yang selalu bergemuruh.

Pantai Sundak contohnya, pantai dengan hamparan pasir putih ini begitu indah, tak kalah dengan pemandangan di Pantai Kuta, Bali. Pantai yang berjarak kurang lebih 30 km dari tempat tinggalku ini merupakan salah satu pantai yang sering dikunjungi oleh para wisatawan selain pantai Baron tentunya.

Selain untuk berekreasi disana juga disediakan semacam pendopo yang bisa digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan seperti rekoleksi alam, atau kegiatan alam lainnya. Aku senang setiap kali aku datang kepantai ini. Jadi seperti anak kecil berlari-lari dipasir dan bermain dengan ombak. Sesuatu yang sulit aku lakukan ditempat tinggalku sekarang ini.

Berjalan dipantai dengan bertelanjang kaki sangat menyenangkan rasanya. Buih-buih ombak menggelitik kaki dan membersihkan sisa-sisa pasir yang menempel dikakiku. Suara-suara burung yang beterbangan kian kemari, suara angin yang bertiup membuatku seakan melayang dalam indahnya pesona pantai ini. Saat melihat pantai ini dari atas (ada sebuah bangunan terbuka yang bisa digunakan untuk duduk-duduk dan berteduh) aku bisa melihat ikan-ikan dibawah air yang jernih sedang menari-nari. Melihat karang yang tinggi dan kokoh tak bergeming saat sang ombak menghempasnya. Dan pantai yang tenang dengan pasirnya yang putih serta kerang-kerang yang indah yang terhampar di sepanjang pantai ini. Langit biru dan udara pantai yang terasa segar, jauh dari polusi.

Pesona dari keagungan Sang Maha Pencipta. Sesuatu yang merupakan kebanggan dari daerah kelahiranku, yang harus tetap dilestarikan demi anak dan cucu kita.

Aku selalu rindu untuk berjalan dipasir itu…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: